Genius Idea
  • Contact Us
    082221575784
  • Our Address
    Jl. Magelang No.32A Kota Yogyakarta
  • Working Hours
    Senin - Jumat 08.00 - 17.00

New to site?


Login

Lost password? (X)

Already have an account?


Signup

(X)

Perkembangan Coworking, Digital Nomaden dan Tren Generasi Milenial

Homecoworking spacePerkembangan Coworking, Digital Nomaden dan Tren Generasi Milenial
  • tren coworking global 01
08
Jan
Perkembangan Coworking, Digital Nomaden dan Tren Generasi Milenial

Perkembangan Coworking saat ini menarik untuk diikuti. Salah satu riset yang dilakukan oleh Coworkaholic dan Deskmag memberikan data dan fakta yang menarik mengenai tren Coworking secara global. Coworkaholic adalah sebuah media online yang membahas tentang Coworking Space dan Deskmag adalah sebuah majalah yang mengulas tentang co-working space di seluruh dunia.

Keduanya lembaga tersebut telah melakukan riset tentang perkembangan co-working space di dunia setiap tahun sejak 2012. Dan berikut adalah fakta-fakta menarik tentang tren dan kondisi co-working space di dunia.

Riset ini melaporkan perkembangan Coworking Space secara global pada tahun 2016. Tren pertama adalah kerja sama antar co-working space. Tren ini muncul karena banyak orang mulai sadar apabila co-working space merupakan bisnis jangka panjang, seperti mendirikan sebuah hotel. Sehingga kerja sama sangat diperlukan untuk bisa bertahan.

Contoh kerja sama yang dilakukan antara dua Coworking Space, yaitu Grind dan Verizon. Grind merupakan sebuah Coworking Space baru di New York. Walau demikian, kerja sama tersebut memungkinkan Grind melakukan ekspansi dengan cepat. Ini dilakukan dengan cara menggunakan tempat-tempat kosong milik Verizon. Timbal balik yang diberikan adalah bagi hasil antara kedua perusahaan.

 

Hybridization dan Specialization

Coworking space tradisional biasanya hanya berupa tempat kerja yang dilengkapi dengan meja dan koneksi internet yang memadai. Namun, konsep tersebut tampaknya sudah berubah. Sejak tahun 2015, sebuah konsep baru dengan tema “hybridization and specialization,” atau disebut juga dengan co-working 2.0, sudah mulai bermunculan.

Sebagai contoh, Coworking Space dengan konsep hybridization adalah Brooklyn Explorers Academy. Pada dasarnya ini adalah tempat penitipan anak. Kini, Brooklyn Explore juga menyediakan sebuah tempat kerja yang bisa disewa dengan tarif $15 (sekitar Rp200.000) per jam. Sehingga orang tua bisa memantau anak-anak mereka sambil bekerja.

Sedangkan contoh Coworking Space dengan konsep specialization, atau secara khusus menyasar pengguna atau pasar tertentu, adalah NextSpace. Awalnya, NextSpace hanya membuka Coworking Space untuk bekerja. Kemudian mereka melakukan ekspansi dengan membuka NextKids, tempat khusus yang digunakan untuk menjaga anak-anak.

 

Munculnya Software Khusus untuk Mengelola Coworking Space

Dari hasil survei yang telah dilakukan Mike dan Carsten, terdapat sekitar 7.800 co-working space di dunia. Angka tersebut telah menarik minat para developer untuk mengembangkan software khusus untuk mengelola Coworking Space.

Beberapa software yang telah tersedia bagi pemilik Coworking space adalah Cobot, Happy Desk, dan Desktime. Software tersebut telah menyediakan berbagai fitur untuk mengelola pegawai, program, dan juga anggota di tempat tersebut. Ada juga perusahaan yang menyediakan software white label, seperti HubCreate, Office RnD dan Nexudus. Mereka menyediakan software lengkap untuk mengelola ekosistem Coworking Space.

 

Potensi Bisnis yang Baru

Member, suasana office, interior, dan lokasi telah menarik minat bagi sejumlah perusahaan untuk bekerja sama dengan sebuah Coworking Space.

Salah satu pemain di ranah ini adalah CoActivate Network, sebuah agensi yang mendedikasikan layanan kampanye marketing di Coworking Space. Proyek yang pernah dilakukan adalah kampanye di sejumlah Coworking Space dari berbagai kota sekaligus. Sehingga klien mereka, yaitu Freshbook, mendapatkan hasil marketing yang tidak pernah mereka peroleh sebelumnya.

Tidak hanya individu, ada juga keluarga yang memilih hidup sebagai Digital Nomad. Banyak individu yang telah menemukan Coworking Space menarik, kemudian memutuskan untuk bekerja dari satu tempat Coworking ke tempat lainnya. Ini telah menjadi pilihan hidup bagi sejumlah orang yang diteruskan bahkan setelah mereka berkeluarga.

Faktor lain mengapa hal ini menjadi tren adalah karena sejumlah orang ingin mencari keseimbangan antara pekerjaan dan waktu dengan keluarga mereka. Sehingga, dengan membawa serta keluarga, mereka bisa mereka akan mendapat kualitas hidup yang lebih baik.

 

Coworcation Semakin Berkembang dan Populer

Coworcation merupakan sebuah konsep ketika kamu bisa bekerja dan berlibur di waktu yang bersamaan. Tren ini mulai meningkat, khususnya di perusahaan-perusahaan yang memungkinkan karyawan mereka untuk bekerja secara remote.

Kondisi ini juga telah mendorong penyedia jasa travel untuk mengembangkan paket mereka. Beberapa startup bahkan menyediakan layanan khusus untuk melakukan coworcation, seperti Copass dan Coworking Camp, yang menyediakan paket liburan dan tempat kerja di Coworking Space.

 

Pertumbuhan Jumlah Member Coworking Space

 

data tren coworking global 01

 

Jumlah Coworking Space secara Global

 

data tren coworking global 02

Dari hasil survei yang telah dilakukan, pada tahun 2015 terdapat 7.800 Coworking Space di dunia dengan total anggota mencapai 510.000. Angka tersebut meningkat menjadi 1000 Coworking Space di tahun 2016 dengan total 735.000 anggota. Lalu, pada tahun 2017, jumlah ini diprediksi mengalami peningkatan menjadi 12.700 Coworking space dengan total anggota mencapai satu juta.