, coworking space

5 Startup Sukses yang Lahir dari Coworking Space

Diperkirakan pada saat ini ada sekitar 1,2 juta pekerja yang menggunakan 14.000 coworking space yang tersebar di seluruh dunia. Fenomena ini cukup menarik untuk dicermati, tren coworking telah mengubah pola kerja pelaku industri kreatif digital saat ini.

Startup Business People Working on Laptop

Coworking space bukan hanya sekedar tempat bekerja, namun juga tempat bertemunya para pelaku industri kreatif digital baik itu freelancer, perusahaan digital kreatif berskala kecil dan berskala besar (korporasi) dengan memanfaatkan jaringan (networking) dan kerjasama yang sudah terbentuk dengan baik. Namun bagaimana konsep bekerja di coworking space dapat memberikan manfaat bagi pelaku startup (pemula)?

Pelaku usaha yang sedang memulai bisnisnya dapat memanfaatkan keuntungan dari adanya coworking space.

Keuntungan pertama, coworking space berbeda dengan konsep sewa gedung perkantoran konvensional yang mengharuskan membayar biaya sewa selama setidaknya setahun penuh dengan ukuran ruangan yang besar. Sedangkan di coworking space, coworker (sebutan untuk pekerja yang memanfaatkan coworking space) dapat menyewa private office dengan sistem per bulan dengan ukuran ruangan yang didesain 2-5 orang.

Keuntungan kedua, para pelaku usaha rintisan dapat menggunakan fasilitas secara sharing dengan member lainnya seperti fasilitas koneksi internet, ruang tamu, meeting room, printer, kamar mandi, pantry dan receptionist.

Keuntungan ketiga, bekerja di coworking juga dapat menaikkan gengsi bagi perusahaan pemula karena mereka memiliki tempat kerja dengan desain yang “keren” dan lokasi yang strategis di tengah kota. Lingkungan kerja dari coworking space juga membuat para pekerja di industri kreatif digital lebih bersemangat karena memiliki suasana dan lingkungan yang nyaman dan tidak kaku.

Keuntungan terakhir ini adalah nilai jual dari sebuah coworking space, yaitu jaringan (networking) yang terjalin antar member sehingga memungkinkan peluang untuk bekerja sama antar sesama member. Fitur ini biasanya dikelola dan disediakan oleh manajemen coworking space sehingga antar member dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

But coworking doesn’t just look good on paper.

Dari sekian banyak perusahaan digital yang sudah berkembang dan maju, ternyata beberapa diantaranya lahir dari coworking space. Berikut ini 5 perusahaan kreatif digital yang lahir dari coworking space:

 

1. UBER

Uber Image Coworking Space

Uber lahir pada musim dingin di Paris tahun 2008, saat itu Travis Kalanick dan Garrett Camp tengah berjuang untuk memesan taksi dan menemukan gagasan untuk mendapatkan tumpangan dengan hanya meng-klik sebuah tombol pada layar smartphone. Dari ide ini, lahirlah UBER. Sementara banyak orang yang mungkin hanya mengetahui kisah dan ide dari aplikasi UBER, hanya sedikit yang mengetahui bahwa UBER lahir dari sebuah coworking space “THE YARD” yang berlokasi di New York. Uber kini telah beroperasi secara global di lebih dari 250 kota dan 51 negara. Secara nilai aset, UBER kini bernilai US $70 miliar!

 

2. INSTAGRAM

Instagram Coworking Space

Siapa yang tidak mengenal Instagram? Aplikasi ini sekarang telah menjadi salah satu aplikasi paling populer di seluruh dunia dan mendominasi penggunaan sosial media. Instagram pertama dikembangkan pada tahun 2010 dan dijual ke Facebook dengan nilai US $1 Miliar. Aplikasi Instagram adalah salah satu kisah sukses startup terbesar dalam dekade ini.

Kisah Instagram ini dimulai dari sebuah coworking space yang bernama Dogpatch Labs di San Fransisco, California. Sebagai Co-Founder Mike Krieger menunjukkan posting di blog pribadinya yang berjudul “Why Instagram Worked”, pada awalnya tidak semudah yang dibayangkan.

Sebelum mengembangkan Instagram, mereka telah mengembangkan aplikasi media sosial yang dinamakan Burbn namun pasar tidak merespon dengan baik. Setelah itu, mereka mencoba kembali memikirkan ide apa yang akan digunakan. Mereka menemukan ide yang dikenal dengan istilah “Old Timey Photo Filters”.

Dalam waktu dua bulan, mereka mendesain ulang dan meluncurkan aplikasi baru yang bernama INSTAGRAM yang dengan cepat direspon pasar dengan sangat cepat. Sayangnya kantor Instagram pertama ini sudah tidak dapat dijumpai lagi, karena Dogpatch Labs memutuskan untuk pindah dan fokus ke lokasi lain.

 

3. SQUARE

Square Coworking Space

Square adalah Sistem Point of Sale yang sangat populer dan digunakan secara global. Square adalah solusi bagi pelaku usaha yang bosan menggunakan aplikasi lama (seperti PayPal) dan ingin menerapkan cara baru bertransaksi. Square juga dimulai dari coworking space, dikembangkan oleh sekelompok pengusaha dan angel investor. Artinya, fokus utamanya adalah mendukung dan menumbuhkan komunitas “tech startup” lokal. 

 

4. CHARITY WATER

Charity Water Coworking Space

Charity Water adalah salah satu startup yang lahir dari raksasa coworking space saat ini, yaitu We Work di New York pada tahun 2006 dan mulai berjalan sejak saat itu. Charity Water adalah sebuah Non Profit Organization (NGO) yang memfokuskan kegiatannya pada penyediaan akses air bersih di tempat-tempat yang kesulitan mendapatkan air bersih dan beroperasi secara global. Charity Water telah berhasil menyediakan 7 juta orang di 24 negara berkat pendanaan lebih dari 22.000 proyek. Charity Water adalah sebuah kisah sukses yang membuktikan bahwa mereka dapat berkembang dengan memanfaatkan coworking space.

    

5. WANDERFLY

Wanderfly Coworking Space

Pada awal kemunculannya, startup ini telah menarik perhatian industri travelling. Didirikan pada tahun 2009, 3 tahun berikutnya pada tahun 2011 Wanderfly diakuisisi oleh TripAdvisor dengan nilai transaksi yang tidak diungkapkan satu tahun berikutnya. Wanderfly lahir dari sebuah coworking space bernama Projective Space yang berlokasi di New York. Menariknya, Founder dari Wanderfly ini sengaja ingin mengembangkan usahanya di coworking space dengan 3 alasan menarik:

Pertama, mereka yakin dengan merintis di sebuah coworking space, akan memberikan sebuah kesempatan terbaik untuk mencapai kesuksesan. Kedua, mereka ingin memastikan bahwa seluruh tim dapat selalu termotivasi dalam bekerja, dan pendirinya langsung melirik coworking dengan mengambil keuntungan dari coworking environment. Ketiga, mereka memilih ruang kerja sejak awal karena mereka ingin memanfaatkan peluang networking dan kolaborasi sejak awal.

Singkatnya, Wanderfly adalah sebuah contoh bagaimana sebuah startup berhasil memanfaatkan nilai lebih dari sebuah coworking space. Tentu saja, masih banyak lagi kisah sukses coworking selain 5 startup yang telah disebutkan diatas. Orderbird, Toutapp, Coffeecircle, Ezeep dan Indiegogo adalah beberapa nama dari sekian banyak startup sukses yang lahir dari coworking space.

Close

SCHEDULE A TOUR

Would you like to see our space before joining? Come and visit our coworking space. Please fill out the form and our manager will get back asap.